Selasa, 12 Oktober 2010

Endometriosis

Endometriosis adalah pertumbuhan dari sel-sel yang serupa dengan yang membentuk bagian dalam dari kandungan (endometrial cells), namun pada suatu lokasi diluar dari kandungan. Endometrial cells adalah sel-sel yang sama yang dilepaskan setiap bulan selama menstruasi. Sel-sel dari endometriosis melekatkan dirinya pada jaringan diluar kandungan dan disebut endometriosis implants. Implants (penanaman-penanaman) ini paling sering ditemukan pada indung-indung telur (ovaries), tabung-tabung Fallopian, permukaan-permukaan luar dari kandungan dan usus-usus, dan pada lapisan permukaan dari rongga pelvis. Mereka juga dapat ditemukan pada vagina, leher rahim (cervix), dan kantong kemih, meskipun kurang umum daripada lokas-lokasi lain di pelvis. Jarang, endometriosis implants dapat terjadi diluar pelvis, pada hati, pada luka-luka parut operasi lama, dan bahkan di atau sekitar paru atau otak. Endometrial implants, sementara mereka dapat menyebabkan persoalan-persoalan, adalah jinak (bukan kanker).

Siapa Yang Terpengaruh Oleh Endometriosis ?


Endometriosis mempengaruhi wanita-wanita pada tahun-tahun reproduktifnya. Kelaziman yang tepat dari endometriosis tidak diketahui, karena banyak wanita-wanita mungkin mempunyai kondisi ini dan tidak mempunyai gejala-gejala. Endometriosis diperkirakan mempengaruhi lebih dari satu juta wanita-wanita di Amerika. Ia adalah satu dari penyebab-penyebab yang memimpin dari nyeri pelvis dan sebab-sebab untuk operasi laparoscopic dan hysterectomy di negeri ini. Sementara kebanyakan kasus-kasus dari endometriosis didiagnosa pada wanita-wanita yang berumur sekitar 25-35 tahun, endometriosis telah dilaporkan pada gadis-gadis semuda seumur 11 tahun. Endometriosis adalah jarang pada wanita-wanita postmenopause. Endometriosis lebih umum ditemukan pada wanita-wanita kulit putih dibandingkan dengan wanita-wanita Amerika keturunan Afrika dan Asia. Studi-studi lebih jauh menyarankan bahwa endometriosis adalah paling umum pada wanita-wanita yang lebih tinggi dan kurus dengan suatu indeks massa tubuh (body mass index, BMI) yang rendah. Menunda kehamilan sampai suatu umur yang lebih tua juga dipercayai meningkatkan risiko mengembangkan endometriosis.

Penyebab Endometriosis

Penyebab dari endometriosis tidak diketahui. Satu teori adalah bahwa jaringan endometrial diendapkan pada lokasi-lokasi yang tidak biasa oleh back up dari aliran menstruasi kedalam tabung-tabung Fallopian dan rongga pelvis dan perut selama menstruasi (diistilahkan retrograde menstruation). Penyebab dari retrograde menstruation tidak dimengerti secara jelas. Namun retrograde menstruation tidak dapat adalah satu-satunya penyebab dari endometriosis. Banyak wanita-wanita mempunyai retrograde menstruation pada derajat-derajat yang bervariasi, namun tidak semua dari mereka mengembangkan endometriosis.

Kemungkinan lain adalah bahwa area-area yang melapisi organ-oragan pelvis memiliki sel-sel primitif yang mampu untuk tumbuh kedalam bentuk-bentuk lain dari jaringan, seperti sel-sel endometrial. Proses ini diistilahkan coelomic metaplasia.

Adalah juga mungkin bahwa pemindahan (transfer) langsung dari jaringan-jaringan endometrial sewaktu operasi mungkin bertanggung jawab untuk endometriosis implants yang adakalanya terlihat pada luka-luka parut operasi (contohnya, episiotomy atau Cesarean section scars). Transfer dari sel-sel endometrial via aliran darah atau sistim limfatik adalah penjelasan yang paling mungkin untuk kasus-kasus yang jarang dari endometriosis yang berkembang di otak dan organ-organ lain jauh dari pelvis.

Akhirnya, beberapa studi-studi telah menunjukan perubahan-perubahan pada respon imun pada wanita-wanita dengan endometriosis, yang mungkin mempengaruhi kemampuan alamiah tubuh untuk mengenali dan menghancurkan segala pertumbuhan yang mengarah arah yang salah dari jaringan endometrial.
Gejala-Gejala Endometriosis

Kebanyakan wanita-wanita yang mempunayi endometriosis, faktanya, tidak mempunayi gejala-gejala. Dari mereka yang mengalami gejala-gejala, gejala-gejala yang umum adalaha nyeri (biasanya pelvis) dan kemandulan. Nyeri pelvis biasanya terjadi selama atau tepat sebelum menstruasi dan berkurang setelah menstruasi. Beberapa wanita-wanita mengalami nyeri atau kejang dengan hubungan seksual, buang air besar dan/atau buang air kecil. Bahkan pemeriksaan pelvis oleh seorang dokter dapat menyakitkan. Intensitas nyeri dapat berubah dari bulan ke bulan, dan bervariasi sangat besar diantara wanita-wanita. Beberapa wanita-wanita mengalami perburukan dari gejala-gejala secara progresif, sementara yang lain-lain dapat mempunyai resolusi nyeri tanpa perawatan.

Nyeri pelvis pada wanita-wanita dengan endometriosis tergantung sebagian pada dimana implants dari endometriosis berlokasi.

* Implant-implant yang lebih dalam dan implant-implant pada area-area dengan banyak syaraf-syaraf sensor mungkin lebih mungkin menghasilkan nyeri.
* Implant-implant mungkin juga menghasilkan senyawa-senyawa yang bersirkulasi dalam aliran darah dan menyebabkan nyeri.
* Akhirnya, nyeri dapat berakibat ketika endometriosis implants membentuk luka-luka parut. Tidak ada hubungan antara keparahan nyeri dan berapa luas menyebarnya endometriosis ("tingkat" dari endometriosis).

Endometriosis dapat menjadi satu dari sebab-sebab kemandulan pada pasangan-pasangan yang jika tidak adalah sehat. Ketika pemeriksaan-pemeriksaan laparoscopic dilakukan untuk evaluasi-evaluasi kemandulan, endometrial implants dapat ditemukan pada beberapa pasien-pasien ini, banyak darinya mungkin tidak mempunyai gejala-gejala yang menyakitkan dari endometriosis. Sebab-sebab untuk suatu penurunan pada kesuburan tidak dimengerti sepenuhnya, namun mungkin disebabkan oleh keduanya faktor-faktor anatomi dan hormon. Kehadiran dari endometriosis mungkin melibatkan massa-massa dari jaringan atau luka-luka parut (adhesions) didalam pelvis yang mungkin menyimpangkan struktur-struktur anatomi yang normal, seperti tabung-tabung Fallopian, yang mengangkut telur-telur dari indung-indung telur. Sebagai alternatif, endometriosis mungkin mempengaruhi kesuburan melalui produksi dari hormon-hormon dan senyawa-senyawa lain yang mempunayi suatu efek negatif pada ovulasi, pembuahan telur, dan/atau implantasi dari embrio.

Gejala-gejala lain yang berhubungan dengan endometriosis termasuk:

* nyeri perut bagian bawah,
* diare dan/atau sembelit,
* nyeri punggung bawah,
* perdarahan menstruasi yang tidak teratur atau berat, atau
* darah dalam urin.

Gejala-gejala yang jarang dari endometriosis termasuk nyeri dada atau batuk darah yang disebabkan oleh endometriosis pada paru-paru dan sakit kepala dan/atau serangan-serangan kejang yang disebabkan oleh endometriosis di otak.

Endometriosis Dan Risiko Kanker

Wanita-wanita dengan endometriosis mempunyai suatu risiko yang meningkat secara ringan untuk mengembangkan tipe-tipe tertentu dari kanker indung telur, dikenal sebagai epithelial ovarian cancer (EOC). Risiko ini tampaknya adalah tertinggi pada wanita-wanita dengan endometriosis dan kemandulan primer (mereka yang tidak pernah melahirkan seorang anak), namun penggunaan pil-pil pencegahan kehamilan oral atau oral contraceptive pills (OCPs), yang adakalanya digunakan pada perawatan dari endometriosis, tampaknya mengurangi secara signifikan risiko ini.

Sebab-sebab untuk asosiasi (hubungan) antara endometriosis dan ovarian epithelial cancer tidak dimengerti secara jelas. Satu teori adalah bahwa endometriosis implants mereka sendiri menjalani transformasi ke kanker. Kemungkinan lain adalah bahwa kehadiran dari endometriosis mungkin berhubungan dengan faktor-faktor genetik atau lingkungan lain yang juga meningkatkan risiko seorang wanita mengembangkan kanker indung telur (ovarian cancer).
Mendiagnosa Endometriosis

Endometriosis dapat dicurigai berdasarkan pada gejala-gejala dari nyeri pelvis dan penemuan-penemuan selama pemeriksaan-pemeriksaan fisik di tempat praktek dokter. Adakalanya, sewaktu suatu pemeriksaan rectovaginal (satu jari tangan dalam vagina dan jari tangan lain dalam rektum), dokter dapat merasakan nodul-nodul (endometrial implants) dibelakang kandungan dan sepanjang ligamen-ligamen yang menempel pada dinding pelvis. Pada waktu-waktu yang lain, tidak ada nodul-nodul yang dirasakan, namun pemeriksaannya sendiri menyebabkan nyeri yang tidak biasa atau ketidaknyamanan.

Sayangnya, tidak satupun dari gejala-gejala atau pemeriksaan-pemeriksaan fisik dapat dipercayakan untuk menegakan secara yakin diagnosis dari endometriosis. Studi-studi imaging, seperti ultrasound, dapat berguna dalam menyampingkan penyakit-penyakit pelvis lainnya dan mungkin menandakan kehadiran endometriosis pada area-area vagina dan kantong kemih, namun masih belum bisa mendiagnosa endometriosis secara definitif. Untuk suatu diagnosa yang akurat, pemeriksaan visual langsung bagian dalam dari pelvis dan perut, serta biopsi jaringan dari implant-implant diperlukan.

Sebagai akibatnya, satu-satunya cara untuk mendiagnosa endometriosis adalah pada saat operasi, dengan membuka perut dengan sayatan besar laparotomy atau sayatan kecil laparoscopy.

Laparoscopy adalah prosedur operasi yang paling umum untuk diagnosis dari endometriosis. Laparoscopy adalah prosedur operasi minor (kecil) yang dilakukan dibawah pembiusan total, atau pada beberapa kasus-kasus dibawah pembiusan lokal. Ia biasanya dilakukan sebagai suatu prosedur pasien rawat jalan. Laparoscopy dilakukan dengan pertama memompa perut dengan karbondioksida melalui sayatan kecil pada pusar. Sebuah alat penglihat (laparoscope) yang panjang dan tips kemudian dimasukan kedalam rongga perut yang sudah dipompa untuk memeriksa perut dan pelvis. Endometrial implants kemudian dapat dilihat secara langsung.

Selama laparoscopy, biopsi-biopsi (pengeluaran dar contoh-contoh jaringan kecil untuk pemeriksaan dibawah mikroskop) dapat juga dilakukan untuk diagnosis. Adakalanya biopsi-biopsi yang diperoleh selama laparoscopy menunjukan endometriosis meskipun tidak ada endometrial implants yang terlihat selama laparoscopy.

Ultrasound pelvis dan laparoscopy juga adalah penting dalam menyampingkan penyakit-penyakit yang berbahaya (seperti kanker indung telur) yang dapat menyebabkan gejala-gejala yang meniru gejala-gejala endometriosis.

Merawat Endometriosis


Endometriosis dapat dirawat dengan obat-obat dan/atau operasi. Tujuan-tujuan dari perawatan endometriosis mungkin termasuk pembebasan nyeri dan/atau peningkatan kesuburan.
Perawatan Medis Endometriosis

Obat-obat antiperadangan nonsteroid atau nonsteroidal anti-inflammatory drugs atau NSAIDs (seperti ibuprofen atau naproxen sodium) umumnya diresepkan untuk membantu membebasan nyeri pelvis dan kejang menstruasi. Obat-obat pembebas nyeri ini tidak mempunyai efek pada endometrial implants. Bagaimanapun, mereka mengurangi produksi prostaglandin, dan prostaglandins dikenal baik mempunyai peran dalam produksi sensasi (perasaan) nyeri. Karena diagnosis dari endometriosis adalah hanya pasti setelah seorang wanita menjalani operasi, tentunya akan banyak wanita-wanita yang dicurigai mempunyai endometriosis berdasarkan pada alam dari gejala-gejala nyeri pelvisnya. Pada situasi-situasi semacam ini, NSAIDs umumnya digunakan. Jika mereka bekerja untuk mengontrol nyeri, tidak ada prosedur-prosedur atau perawatan-perawatan media lain diperlukan. Jika mereka tidak membebaskan nyeri, evaluasi dan perawatan tambahan umumnya terjadi.

Karena endometriosis terjadi selama tahun-tahun reproduktif, banyak dari perawatan-perawatan medis yang tersedia unutk endometriosis mengandalkan pada terhentinya produksi hormon yang bersiklus normal oleh indung-indung telur. Obat-obat ini termasuk GnRH analogs, pil-pil pencegah kehamilan oral, dan progestins.
Gonadotropin-releasing hormone analogs (GnRH analogs)

Gonadotropin-releasing hormone analogs (GnRH analogs) telah digunakan secara efektif untuk membebaskan nyeri dan mengurangi ukuran dari endometriosis implants. Obat-obat ini menekan produksi estrogen oleh indung-indung telur dengan menghambat sekresi (pengeluaran) hormon-hormon pengatur dari kelenjar pituitary. Sebagai akibatnya, periode-periode menstruasi berhenti, meniru menopause. Bentuk-bentuk nasal (hidung) dan suntikan dari GnRH agonists tersedia.

Efek-efek sampingan adalah akibat dari kekurangan estrogen, dan termasuk:

* rasa-rasa panas,
* kekeringan vagina,
* perdarahan vagina yang tidak teratur,
* perubahan-perubahan suasana hati,
* kelelahan, dan
* kehilangan kepadatan tulang (osteoporosis).

Untungnya, dengan menambahkan kembali jumlah-jumlah yang kecil dari estrogen dan progesterone dalam bentuk pil (serupa dengan perawatan-perawatan yang adakalanya digunakan untuk membebaskan gejala pada menopause) banyak dari efek-efek sampingan yang mengganggu yang disebabkan oleh kekurangan estrogen dapat dihindari. "Add back therapy" adalah istilah yang merujuk pada cara modern ini mengatur GnRH agonists bersama dengan estrogen dan progesterone dalam suatu cara untuk menjaga perawatan yang sukses, namun menghindari kebanyakan dari efek-efek sampingan yang tidak dikehendaki.
Pil-Pil Pencegahan Kehamilan Oral

Pil-pil pencegahan kehamilan oral (estrogen dan progesterone dalam kombinasi) juga adakalanya digunakan untuk merawat endometriosis. Kombinasi yang paling umum digunakan adalah dalam bentuk pil pencegah kehamilan oral atau oral contraceptive pill (OCP). Adakalanya wanita-wanita yang mempunyai nyeri menstruasi yang parah diminta untuk mengkonsumsi OCP secara terus menerus, berarti melompati bagian placebo (pil gula) dari siklus. Penggunaan yang terus menerus pada cara ini akan membebaskan seorang wanita dari sama sekali mempunyai periode-periode menstruasi. Adakalanya, penambahan berat badan, keperihan payudara, mual, dan perdarahan yang tidak teratur adalah efek-efek sampingan yang ringan. Pil-pil pencegahan kehamilan oral biasanya ditolerir dengan baik pada wanita-wanita dengan endometriosis.
Progestins

Progestins [contohnya, medroxyprogesterone acetate (Provera, Cycrin, Amen), norethindrone acetate, norgestrel acetate (Ovrette)] adalah lebih kuat daripada pil-pil pencegah kehamilan dan direkomendasikan untuk wanita-wanita yang tidak memperoleh pembebas nyeri dari atau tidak dapat mengambil pil pencegah kehamilan.

Efek-efek sampingan adalah lebih umum dan termasuk:

* keperihan payudara,
* kembung,
* penambahan berat badan,
* perdarahan kandungan yang tidak teratur, dan
* depresi

Karena ketidakhadiran dari menstruasi (amenorrhea) yang diinduksi oleh dosis-dosis tinggi progestins dapat berlangsung berbulan-bulan setelah penghentian terapi, obat-obat ini tidak direkomendasikan untuk wanita-wanita yang merencanakan kehamilan.
Obat-Obat Lain Yang Digunakan Untuk Merawat Endometriosis

Danazol (Danocrine)

Danazol (Danocrine) adalah obat sintetik yang menciptakan lingkungan hormon androgen (hormon tipe pria) yang tinggi dan estrogen yang rendah dengan mengganggu ovulasi dan produksi estrogen indung-indung telur. Delapan puluh persen dari wanita-wanita yang meminum obat ini akan mempunyai pembebasan nyeri dan penyusutan dari endometriosis implants, namun sampai dengan 75% dari wanita-wanita mengembangkan efek-efek sampingan dari obat ini.

Efek-efek sampingan dapat termasuk:

* penambahan berat badan,
* edema
* ukuran payudara yang berkurang,
* jerawat,
* kulit yang berminyak,
* hirsutism (pola pertumbuhan rambut pria),
* suara yang mendalam,
* sakit kepala,
* rasa-rasa panas,
* perubahan-perubahan pada libido, dan
* perubahan-perubahan suasana hati.

Semua perubahan-perubahan ini dapat dibalik, kecuali untuk perubahan-perubahan suara; namun kembalinya ke normal mungkin memakan waktu berbulan-bulan. Danazol harus tidak dikonsumsi oleh wanita-wanita dengan kondisi-kondisi tipe tertentu dari hati, ginjal, dan jantung.
Aromatase inhibitors

Pendekatan yang lebih baru pada perawatan dari endometriosis telah melibatkan pengaturan dari obat-obat yang dikenal sebagai aromatase inhibitors [contohnya, anastrozole (Arimidex) dan letrozole (Femara)]. Obat-obat ini bekerja dengan menginterupsi pembentukan estrogen lokal didalam endometriosis implants sendiri. Mereka juga menghalangi produksi estrogen di indung-indung telur, otak, dan sumber-sumber lain, seperti jaringan adipose. Penelitian sedang berlangsung untuk mengkarakteristikan keefektifan dari aromatase inhibitors dalam pengendalian endometriosis. Aromatase inhibitors menyebabkan kehilangan tulang yang signifikan dengan penggunaan yang berkepanjangan dan tidak dapat digunakan sendiri tanpa obat-obat lain pada wanita-wanita premenopause karena mereka menstimulasi pengembangan dari banyak follicles pada ovulasi.


Perawatan Endometriosis Secara Operasi

Perawatan secara operasi untuk endometriosis dapat bermanfaat ketika gejala-gejala endometriosis berat/parah atau ketika telah ada respon yang tidak mencukupi pada perawatan medis. Operasi adalah perawatan yang lebih disukai ketika ada distorsi (penyimpangan) anatomi dari organ-organ pelvis atau rintangan dari usus atau saluran kencing. Terapi-terapi secara operasi untuk endometriosis mungkin dikelompokan sebagai konservatif, dimana jaringan kandungan dan indung-indung telur dipertahankan, atau definitif, dimana melibatkan hysterectomy (pengangkatan dari kandungan), dengan atau tanpa pengangkatan dari indung-indung telur.

Operasi konservatif secara khas dilakukan dengan laparoscopy. Endometrial implants mungkin dipotong/dikeluarkan dengan laser. Jika penyakitnya ekstensif (luas) dan anatominya didistorsi (disimpangkan), laparotomy (pembukaan dinding perut via sayatan yang lebih besar) mungkin diperlukan.

Sementara perawatan-perawatan secara operasi dapat sangat efektif dalam mengurangi nyeri, angka kekambuhan dari endometriosis setelah perawatan secara operasi telah diperkirakan setinggi 40%. Banyak dokter-dokter merekomendasikan untuk wanita-wanita yang telah mempunyai operasi untuk endometriosis mengkonsumsi obat-obat oral setelah operasi untuk membantu mempertahankan pembebasan gejala.
Perawatan Ketidaksuburan (Kemandulan) Yang Berhubungan Dengan Endometriosis

Endometriosis lebih umum pada wanita-wanita yang mandul dibanding dengan wanita-wanita yang subur. Bagaimanapun, kondisi ini biasanya tidak secara penuh mencegah konsepsi (penghamilan). Kebanyakan wanita-wanita dengan endometriosis akan masih mampu untuk hamil, terutama mereka yang dengan endometriosis yang ringan sampai sedang. Diperkirakan bahwa sampai dengan 70% dari wanita-wanita dengan endometriosis yang ringan sampai sedang akan hamil dalam tiga tahun tanpa segala perawatan yang spesifik.

Sebab-sebab untuk penurunan dalam kesuburan tidak dimengerti secara penuh, namun mungkin disebabkan oleh keduanya faktor-faktor anatomi dan hormon. Kehadiran endometriosis mungkin melibatkan massa-massa dari jaringan atau luka-luka parut (adhesions) didalam pelvis yang mungkin menyimpangkan struktur-struktur anatomi normal, seperti tabung-tabung Fallopian, yang mengangkut telur-telur dari indung-indung telur. Secara alternatif, endometriosis mungkin mempengaruhi kesuburan melaui produksi hormon-hormon dan senyawa-senyawa lain yang mempunai efek negatif pada ovulasi, pembuahan telur, dan/atau implantasi embrio. Kemandulan yang berhubungan dengan endometriosis lebih umum pada wanita-wanita dengan bentuk-bentuk yang berat dari penyakit.

Opsi-opsi (pilihan) perawatan untuk kemandulan yang berhubungan dengan endometriosis adalah beragam, namun kebanyakan dokter-dokter percaya bahwa perawatan-perawatan secara operasi lebih unggul daripada perawatan-perawatan secara hormon atau medis untuk endometriosis ketika tujuan adalah peningkatan kesuburan. Teknik-teknik reproduksi yang membantu mungkin juga digunakan ketika tepat dalam kombinasi dengan terapi operasi.

http://www.totalkesehatananda.com/endometriosis4.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar