Selasa, 12 Oktober 2010

Asam Folat Untuk Sperma Anda !!

Selama ini, asam folat dikenal sebagai bahan yang wajib dilahap ibu hamil. Sebab, asam folat bisa mencegah bayi terlahir dalam kondisi cacat. Rupanya, asam folat juga baik dikonsumsi pria dewasa hingga lansia sekalipun.

Dengan mengkonsumsi asam folat secara teratur dapat memperbaiki sperma yang rusak hingga jadi normal kembali. Manfaat lain, asam folat adalah dapat mengurangi kemungkinan terkena kanker, penyakit jantung, serta kardiovaskuler lain.

Zat tersebut ikut mencegah komplikasi pada diabetesi (penderita diabetes melitus). Defisiensi asam folat di usia lebih dari 50 tahun membuat lansia rentan menderita alzheimer, demensia, dan parkinson.

Asam folat tergolong salah satu jenis vitamin B. Zat itu memiliki fungsi sebagai kofaktor enzim untuk pembentukan deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA) yang berperan dalam replikasi sel. Kekurangan asam folat membuat pembelahan sel jadi abnormal. Itulah pencetus kanker di tubuh.

Bukan hanya itu, kekurangan asam folat juga mengakibatkan sperma mengalami kerusakan kromosom atau jumlah kromosomnya tak lengkap. Hal tersebut dinamakan aneuploidy.

Mengutip hasil studi Brenda Eskenazi, peneliti dari Universitas California, yang dilansir jurnal Human Repoduction, ada hubungan kuat antara kebiasaan konsumsi asam folat dan gangguan sperma.

Kondisi sperma pria yang biasa mengonsumsi asam folat sekitar 1.150 mikrogram terkoreksi hingga normal. Hasil lebih baik bila pria rutin mendapat asupan seng, vitamin C, vitamin E, maupun betakaroten. Baik alami maupun berupa suplemen.

Seorang pria pengonsumsi asam folat akan meraup keuntungan ganda. Selain membuat kualitas sperma jadi bagus, mengonsumsi asam folat ikut membantu mendapat calon anak yang sehat. Dan yang penting, anak terhindar dari risiko down syndrome dan penyakit terkait kromosom lain.

Bahkan, mengutip penelitian dr Jane Durga PhD dari Universitas Wageningen di Belanda, asam folat berkaitan dengan fungsi kognitif lansia. Terutama, memperbaiki fungsi memori serta mempercepat proses informasi dibandingkan placebo. Jumlah responden 818 orang berusia 50-70 tahun. Mereka mendapat asam folat dengan dosis 800 mg per hari selama tiga tahun.(ai/nda)

Barengi dengan Konsumsi Vitamin C
WALAU banyak manfaat, konsumsi asam folat tetap harus sesuai dengan porsi. WHO (lembaga kesehatan dunia) menganjurkan, orang dewasa mendapatkan suplai 400 mikrogram asam folat setiap hari. Sementara itu, jumlah kebutuhan asam folat untuk ibu hamil dua kali lipat dari kadar orang dewasa.

Jangan khawatir konsumsi asam folat berlebihan. Cadangan asam folat akan disimpan dalam hati. Bila konsumsi asam folat berlebihan, tubuh akan membuangnya melalui urine. Ada pula kasus keracunan akibat konsumsi asam folat berlebihan. Namun, hal tersebut sangat jarang terjadi.

Asam folat bisa diperoleh dari makanan sehari-hari, terutama sayuran berdaun hijau, daging tanpa lemak, hati, biji-bijian, kacang, dan jeruk. Bila perlu, konsumsi suplemen yang mengandung asam folat.

Sebab, kadar asam folat alami berkurang ketika masuk tubuh. Salah satu penyebabnya adalah efek pemasakan yang terlalu lama. Bisa juga sayuran terlalu lama berada di suhu ruang.

Selain itu, ada beberapa makanan yang mengandung enzim folat hidrolase. Enzim tersebut menghambat tubuh menyerap asam folat. Karena enzim tersebut, asam folat yang terserap tubuh 50 persen saja. Untuk menghambat kerusakan asam folat, disarankan mengkonsumsi vitamin C Tiap hari, perempuan berusia 20-40 tahun butuh 60 mg saja. Agar kadar asam folat tak berkurang, sebaiknya konsumsi sayuran berupa lalapan. Kalau memang harus dimasak, jangan terlalu matang.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika selama ini, Folat identik dengan susu untuk Ibu yang sedang mengandung, ternyata ada lagi kekuatan folat tersebut, yakni untuk kesehatan sperma kaum wanita. baru-baru ini, Universitas California, Berkeley, meneliti kegunaan folat ini bagi kaum pria.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction terbaru ternyata menyebutkan asupan asam folat yang tinggi bisa melindungi pria dari produksi sperma yang abnormal ataupun anak dengan genetik yang tak normal.

Para peneliti memperkirakan hampir 4 persen sperma pada pria sehat membawa terlalu banyak atau terlalu sedikit kromosom. Kondisi ini dikenal sebagai aneupoidy. Selanjutnya, aneuploidy ini terkait dengan kegagalan dalam kehamilan, keguguran dan bayi yang lahir dengan sindrom tertentu, seperti sindrom down, turner, dan klinefelter. Meski demikian, cara sperma bermutasi dalam kondisi ini masih belum banyak dipahami para peneliti.

Tim peneliti Berkeley menganalisis contoh sperma dari 89 pria sehat dan tidak merokok. Mereka diberi asupan zinc, folat, vitamin C, vitamin E, dan beta karoten. Folat yang diberi berasal dari makanan sehari-hari ataupun yang sintetis dalam bentuk suplemen. Nah, peneliti menemukan kaitan signifikan secara statistik antara asupan folat dan rendahnya sperma yang mengalami aneuploidy.

Pria yang mengkonsumsi folat tinggi--antara 722 dan 1.150 mikrogram per hari--20-30 persen lebih rendah kemungkinannya mempunyai sperma yang aneuploidy dibanding pria dengan asupan folat rendah. Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa mereka tidak membuktikan bahwa folat berpengaruh secara langsung terhadap kualitas sperma. Namun, lebih pada kaitan antara kedua hal tersebut. Para pakar itu menyatakan masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dan efek folat.

Profesor Brenda Ezkenazi, yang memimpin penelitian tersebut, menyebutkan dalam studi sebelumnya sudah diperlihatkan bahwa asupan nutrisi mikro untuk si ayah juga menyumbangkan keberhasilan kehamilan karena bisa memicu terjadinya peningkatan kualitas sperma. Eskenazi menyebutkan temuannya ini juga menyarankan perubahan rekomendasi folat bagi pria, yang selama ini per hari 400 mikrogram, ditingkatkan, terutama pada pria yang tengah berusaha mendapatkan anak. Cara ini bisa mengurangi risiko kromosom abnormal pada janin.

Dr Allan Pacey, ahli reproduksi pria di Universitas Sheffield, Inggris, menyebutkan memang ada bukti kuat bahwa pola makan berpengaruh terhadap kualitas sperma. "Tapi sejauh ini, studi tidak menyebutkan faktor itu akan membantu produksi sperma lebih banyak. Yang jelas, pola makan yang baik akan meningkatkan kualitas sperma," Pacey menambahkan.

Namun, ia mengingatkan pasangan yang tengah melakukan program mendapat anak tidak hanya memperhatikan asupan folat, tapi juga sebaiknya mengubah gaya hidup mereka, seperti menghentikan kebiasaan merokok dan meneguk minuman alkohol. "Jangan lupa setiap hari harus melahap lima porsi buah dan sayur segar," Pacey menegaskan. Pola baru ini harus dilakukan tiga bulan sebelum proses kehamilan.

Memang diperlukan 100 hari bagi sperma untuk mengalami perubahan yang lebih baik. Sekitar 74 hari untuk pembentukan dan 20-30 hari untuk pematangan. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan sperma harus diperhatikan sebelum 100 hari proses kehamilan. Ada tiga faktor utama yang membuat sperma tergolong baik, yakni jumlah sperma harus lebih dari 20 juta mililiter saat ejakulasi, bentuk sperma, serta kecepatan dan kemampuan sperma saat berenang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar