Senin, 24 Desember 2012

Dapatkah Hamil Setelah Penghentian Pil KB ?

Pil KB adalah pil yang mengandung kombinasi hormon estrogen dan progesteron (progestin). Hormon-hormon ini bekerja mencegah kehamilan dengan menghambat ovulasi. Tanpa ovulasi, pembuahan dan kehamilan tidak dapat terjadi. Ada berbagai merek pil KB yang tersedia di pasar saat ini, seperti Andalan, Yasmin, Yaz, Diane, dll.

Selain pil KB, metode kontrasepsi berbasis hormon yang cara kerjanya persis sama adalah koyo KB dan cincin vagina. Bedanya, bila pil diambil per oral, koyo KB dan cincin vagina melepaskan hormon lewat kulit/jaringan vagina. Kedua kontrasepsi ini juga sangat efektif dan mulai mengejar kepopuleran metode lainnya.

Banyak wanita pengguna pil KB (“akseptor pil KB“) yang ingin menghentikan pemakaian untuk mendapatkan kehamilan. Namun, sebagian dari mereka khawatir bahwa pil KB telah menurunkan kesuburan mereka setelah bertahun-tahun pemakaian.

Apakah pil KB mempengaruhi kesuburan ?

Tidak. Hasil penelitian oleh para ahli menunjukkan tidak ada bukti bahwa pil KB menyebabkan kemandulan. Banyak akseptor KB hormonal yang telah belasan tahun memakai kontrasepsi lalu segera hamil setelah menghentikannya. Beberapa wanita lain mungkin perlu beberapa bulan lebih lama untuk mendapatkannya. Kesuburan biasanya kembali hadir seperti semula dalam satu sampai tiga bulan setelah penghentian. Bila ada yang kesulitan hamil, mungkin karena faktor usia. Kesuburan wanita menurun cukup drastis mulai akhir usia tiga puluhan dan awal empat puluhan, baik pernah memakai kontrasepsi atau tidak.

Berapa lama setelah penghentian pil Anda boleh hamil ?

Tidak ada saran khusus kapan sebaiknya Anda mencoba hamil setelah pil KB dihentikan. Anda dapat menghentikan pil dan langsung mencoba untuk mendapatkan kehamilan. Anda mungkin juga menunggu sampai Anda selesai (bersih) dari satu kali menstruasi alami. Menunggu sampai satu menstruasi alami memiliki manfaat yaitu memudahkan dokter atau bidan menghitung usia kehamilan dan hari perkiraan lahir. Sebagaimana diketahui, usia kehamilan dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir (HPMT). Namun, ini hanya masalah teknis. Dokter bisa juga memperkirakan usai kehamilan Anda dengan USG, yaitu dengan mengukur panjang paha (femur lenght) atau diameter kepala (biparietal diameter) dari janin.

Tidak ada bukti bahwa kontrasepsi hormonal meningkatkan risiko keguguran atau kelainan perkembangan bayi. Jadi, Anda tidak perlu mengkhawatirkannya. Yang penting Anda memastikan bahwa kebutuhan gizi Anda terpenuhi, terutama asam folat dan zat besi.

Sumber : http://keluargaberencana.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar