Kamis, 03 Januari 2013

Vagina Gatal-gatal? Cobalah 'Pengobatan' Rumahan Ini

Jakarta - Salah satu masalah yang dialami perempuan adalah gatal-gatal pada vagina. Hal ini bisa terjadi antara lain karena kebersihan alat kelamin yang kurang dijaga. Jangan khawatir, ada pengobatan rumahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi gatal-gatal pada vagina.

Kulit di sekitar vagina memang sangat sensitif sehingga mudah teriritasi. Infeksi yang diakibatkan oleh jamur dan bakteri serta infeksi saluran kemih juga dengan mudah mengakibatkan vagina gatal-gatal. Tak hanya itu, iritasi kimia dan menopause juga membuat perempuan mengalami gatal-gatal pada vaginanya.

Saat mengalami gatal pada vagina, Anda para wanita bisa menggunakan antibiotik. Namun Anda juga bisa melakukan pengobatan rumahan untuk membantu mengurangi gatal-gatal di vagina Anda.

Berikut ini pengobatan rumahan yang bisa dilakukan bila Anda belum sempat pergi ke dokter, dikutip dari boldsky dan ehow.com, Kamis (3/1/2013):

1. Segera Ganti Celana Dalam

Gantilah celana dalam saat Anda merasa lembap. Dengan berganti celana dalam setidaknya dua kali sehari juga merupakan upaya untuk menjaga kebersihan vagina dan menghindarkannya dari infeksi. Jangan lupa, pakailah celana dalam yang terbuat dari katun.

Sebenarnya vagina merupakan organ yang bisa membersihkan dirinya sendiri, jadi Anda tidak perlu mencucinya dengan sabun berarora kuat maupun sabun mandi. Kandungan kimia dan parfum dalam sabun itu malah dikhawatirkan memicu gatal-gatal pada vagina.

Selain itu jagalah organ kewanitaan Anda selalu bersih. Jangan biarkan bakteri jahat bersemayam dan beranak-pinak di antara rambut kemaluan Anda. Karena itu cukurlah rambut kemaluan Anda secara teratur.

2. Jangan Pakai Tisu Wangi

Mungkin beberapa dari Anda suka menggunakan tisu wangi untuk mengelap vagina setelah buang air kecil. Tapi sekarang jangan lagi menggunakan tisu wangi atau panty liner yang mengandung pewangi. Bahan kimia dalam tisu wangi bisa memicu gatal-gatal pada vagina.

Hindari pula penggunaan feminine sprays dan jangan pula menyemprot celana dalam Anda dengan parfum.

3. Bunga Calendula

Bunga calendula atau pot marigold merupakan bunga yang dipercaya bisa mengatasi iritasi kulit dan genital. Caranya, rebus bunga berwarna kuning ini, lalu biarkan air rebusannya dingin.

Lalu cucilah alat kelamin Anda dengan air rebusan bungan calendula yang telah dingin tersebut. Bisa juga bunga calendula ini dikeringkan, lalu digiling menjadi bubuk dan oleskan di sekitar organ genital Anda. Namun pastikan bubuk tersebut tidak sampai masuk ke dalam vagina.

4. Air

Banyak infeksi vagina yang bisa disembuhkan dengan air. Sebab tahukah Anda dehidrasi juga bisa menjadi penyebab vagina gatal dan terasa terbakar? Maka itu, minumlah banyak air.

5. Yoghurt

Anda juga bisa mencoba yoghurt. Yoghurt memiliki kandungan antibakteri yang bisa mengatasi gatal-gatal pada vagina dan membunuh bakteri.

Selain dimakan langsung, yoghurt tanpa gula juga bisa dioleskan ke daerah sekitar vagina. Ada juga yang menyarankan agar yoghurt ditaruh di tampon, dan baru dikenakan di vagina. Ada pula yang menyarankan menggunakan suntikan tanpa jarum dan mengisinya dengan yoghurt. Lalu 'suntikkanlah' yoghurt tersebut di area sekitar vagina. Agar yoghurt tidak berceceran, kenakanlah pembalut. Bersihkan setelah beberapa saat.

6. Bawang Putih

Saat vagina iritasi, Anda bisa memanfatkan bawang putih yang ada di dapur. Ambil sesiung bawang putih, lalu bungkus dengan kain kasa dan ikat ujungnya dengan benang gigi. Lalu taruhlah di area vagina dan diamkan selama beberapa jam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar