Senin, 24 Desember 2012

Makanan Terbaik Cegah Derita Menstruasi

Apakah Anda mudah lelah dan sulit mengendalikan emosi saat menstruasi?



VIVAnews - Menstruasi sering menjadi periode menyiksa bagi sebagian wanita. Perubahan hormon saat menstruasi mengubah kerja tubuh dan emosi wanita.



Untuk mengatasi keluhannya, simak beberapa jenis makanan yang dapat meringankan derita sindrom pra menstruasi (PMS) sekaligus mempertahankan tingkat energi, seperti dikutip dari Cosmopolitan.com. Hari 1-5Emosi mengalami periode yang sangat sensitif. Asupan makanan kaya magnesium seperti bayam dan berbagai biji-bijian akan memperbaiki emosi lebih baik. Dianjurkan juga makanan kaya asam lemak omega 3 seperti ikan salmon, sarden, dan kacang walnut yang menenangkan saraf.



Hari 6-13Selama periode ini tubuh memproduksi hormon yang melindungi Anda dari stres hingga Anda lebih mudah makan makanan sehat. Perbanyak asupan buah dan sayur-sayuran.



Hari 14-17Semua indra semakin peka, termasuk terhadap rasa makanan. Manjakan diri Anda dengan makanan mengandung protein seperti keju, lobster, daging sapi, dan wine.



Hari 18-23Masa di mana jumlah hormon progesteron memuncak dalam tubuh serta kinerja usus melambat. Pada periode ini dianjurkan untuk mengasup makanan kaya serat seperti beras merah, barley, dan sayuran agar mengurangi sembelit sekaligus mempertahankan energi.



Hari 24-28Merupakan puncak sindroma pra menstruasi (PMS) yang ditandai perubahan hormon dalam tubuh. Asup karbohidrat dan protein dengan porsi sesuai untuk menstabilkan gula darah. Kurangi konsumsi beras putih dan perbanyak buah dan sayur. Makanan yang bisa memperbaiki mood Anda saat ini adalah seporsi es krim.



Mayoritas wanita memiliki siklus menstruasi 28 hari. Namun, faktor lingkungan seringkali membuat siklus menstruasi bisa berubah dengan kisaran 22 sampai 36 hari. Siklus dihitung dari hari pertama menstruasi sampai hari terakhir sebelum menstruasi di bulan berikutnya. (pet)



sumber :

http://log.viva.co.id/news/read/167419-makanan-terbaik-cegah-derita-menstruasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar