Rabu, 25 Mei 2011

Kadar Hormon Wanita dan Inteprestasinya

Kadar hormon diperiksa untuk menentukan apa yang terjadi di dalam tubuh wanita. Kadar hormon dapat menunjukkan jika seorang wanita subur, akan menopause dini atau dalam masa perimenopause. Karena kadar hormon mempunyai kecenderungan untuk berfluktuasi, maka pemeriksaan harus dilakukan pada saat yang tepat.

Hormon2 yang diperiksa untuk tujuan diatas antara lain : Follicle Stimulating Hormone (FSH), Estradiol (E2), Luteinizing Hormone (LH), Prolactin, Progesterone (P4) dan Thyroid Stimulating Hormone (TSH)dan lain-lain.

FSH
Nilai normalnya: 3-20 mIU/ml.
FSH sering digunakan sebagai alat ukur cadangan ovarium. Secara umum, hasil di bawah 6 adalah sangat baik, 6-9 adalah baik, 9-10 rata2, 10-13 kurang cadangan, 13 lebih sangat sulit untuk dirangsang (ovulasi). Dalam pengujian PCOS (SOPK), perbandingan LH dan FSH (LH-FSH rasio) dapat digunakan untuk diagnosis. Rasio normal biasanya lebih kurang 1:1, tapi kalau LH lebih tinggi, ini adalah salah satu indikasi kemungkinan PCOS.

LH
Nilai normalnya: < 7 mIU/ml
Kadar LH normal lebih kurang sama dengan FSH. Jika kadarnya LH lebih tinggi dari FSH merupakan salah satu indikasi adanya PCOS.

Estradiol (E2)
Nilai normalnya: 25-75 pg/ml
Kadar batas terendah cenderung lebih baik untuk dilakukan rangsangsan ovulasi. Normal tinggi di hari 3 mungkin menunjukkan adanya kista fungsional atau berkurangnya cadangan ovarium (folikel).

Prolaktin
Nilai normalnya: < 24 ng/ml
Peningkatan kadar prolaktin dapat mengganggu ovulasi. Juga dibutuhkan pemeriksaan lanjutan dengan MRI untuk memeriksa kemungkinan adanya tumor hipofise. Beberapa wanita dengan PCOS/SOPK juga mengalami peningkatan kadar hormon prolaktin (hyper-prolaktinemia).

Progesterone (P4)
Nilai normalnya: < 1.5 ng/ml
Sering disebut kadar fase folikuler. Kadar hormon yang tinggi mungkin akan menurunkan angka lemungkinan untuk hamilan. Sedangkan jika kadarnya rendah makabisa mengkonsumsi suplemen alami seperti FertilAid (bukan pesan sponsor ...)

Thyroid Stimulating Hormone (TSH)

Nilai normalnya:0,4-4 uIU/ml
Nilai tengah normal di sebagian besar laboratorium adalah sekitar 1,7uIU/ml. Kadar yang tinggi dikombinasikan dengan TSH yang rendah atau tingkat T4 normal secara umum menunjukkan suatu keadaan hipotiroidisme, yang dapat berpengaruh pada kesuburan.


Sumber: Cem-Macem; http://www.drdidispog.com/2010/02/kadar-hormon-wanita-dan-inteprestasinya.html

Selasa, 03 Mei 2011

VARIKOKEL - Varises buah pelir

Varises ini bisa terjadi disembarang tempat dan bisa terjadi pada pria maupun wanita. Misalya bisa timbul di betis, dubur, kerongkongan dan daerah kemaluan. Tergantuing lokasinya, varises mempunyai istilah sendiri-sendiri.
Varikokel adalah varises yang terjadi didaerah sekitar buah pelir. Biasanya ia ditemukan secara tidak sengaja. Varikokel akan mengganggu fungsi testis (buah pelir) sebagai prabrik sperma, baik dari segi jumlah, maupun dari segi kualitas produksinya, sehingga varikokel sering diikuti gangguan fertilitas (kesuburan).
Menurut seorang ahli, motilitas spermatozoa yang kurang itu dapat ditemukan pada 90% pria dengan varikokel, walaupun hormone kelaminnya normal.

                             gambar 1 : Varikokel pada buah zakar

FAKTOR PENYEBAB
-          Faktor genetic (keturunan)
Varikokel-atau jenis varises yang lain-yang terdapat pada orang tua cendrung menurun kepada anak, karena sejak lahir anak-anak ini mewarisi pembukuh darah yang mudah melebar.
Ada contoh menarik: yaitu orang tua dengan hemoroid (istilah varises di daerah dubur, ambient/wasir), ternyata anaknya menderita varises hebat dibetis dan organ reproduksinya. Jadi tidak harus sama-sama varikokel.
-          Makanan
Beberapa makanan yang dioksidasitinggi dapat merusak pembuluh darah. Contohnya makanan yang diolah dengan cara dibakar.
-          Suhu
Idealnya, suhu testis adalah 1-2 derajat dibawah suhu tubuh. Suhu yang tinggi disaerah testis dapat memicu pelebaran pembuluh darah balik didaerah tersebut. Awalnya, suhu tinggi ini akan menurunkan kualitas sperma, dan pada tingkat lebih lanjut akan mengganggu fungsi testis dalam menghasilkan sperma.
Kelompok yang berisiko tinggi terkena varikokel adalah pekerja dipertambangan. Juru masak professional, dan mereka yang bekerja didaerah yang memiliki tingkat radiasi tinggi. Hal ini dikarenakan organ reproduksinya cendrung berada pada kondisi dengan suhu diatas rata-rata dalam waktu yang lama.
-          Tekanan tinggi di sekitar perut
Tekanan yang tinggi disekitar perut akan menghambat aliran darah balik, terutama daerah perut sehingga menyebabkan pembuluh darah disekitar testis melebar. Contohnya pada buruh kasar, penyanyi/qori yang teknik pernafasannya tisak benar dan juga orang duduk terlalu lama.
Namun kecendrungan ini tidak bisa disamaratakan pada semua pria. Sebagai contoh seorang kuli  pasarbisa bebas dari varikokelbahkan mempunyai anak lima, sedangkan pria yang selalu menjaga kesehatannya, justru mengidab varikokel grade 4.

                                  gambar 2 : USG Testis untuk mengetahui kelainan pada Buah Zakar

KLASIFIKASI VARIKOKEL
Berdasarkan berat dan ringannya, varikokel dibedakan beberapa tingkatan, yaitu:
Varikokel grade 1
Pada tahap ini  umumnya tidak ada gejala atau tanda yang bisa terlihat dengan jelas, kecuali  melalui pemeriksaan dokter. Biasanya tidak ada keluhan yang berkaitan dengan kesuburan.
Varikokel grade2
Secara umum varikokel grade 2 belum bisa terlihat tanpa pemeriksaan dokter.tebalnya scrotum (kantong testis) juga kerap menjadi factor penghambat. Bila diraba dengan cermat sebenarnya akan teraba vena yang menonjol dan berkelok-kelok. Beberapa orang mengira sebagai urat yang lazim terdapat pada testis. Pada tahap ini bisa terjadi gangguan fertilitas pada sebagian orang.
Varikokel grade3 dan 4
Bisa terlihat dengan mudah saat pria penderita berdiri. Pada kantong buah pelirnya terlihat ada sesuatu yang bengkak yang bila diraba akan tersa seperti ada gulungan urat yang tidak teratur. Keluhan yang biasanya terjadi yaitu rasa pegal, sakit/nyeri disekitar organ reproduksinya.

INDIKASI OPERASI
Varikokel pada dasarnya tidak mengganggu  kemampuan seksual seorang pria. Jadi, meskipun seseorang sudah divonis menderita varikokel grade 4, tetap bisa menjalankan fungsinya sebagai seorang laki-laki dengan baik. Hanya saja kualitas sperma yang dihasilkan  menjadi kurang baik.
Oleh karena itu besar kecilnya varikokel semata bukan indikasi operasi. Adanya varikokel  yang disertai motilitas spermatozoa yang kurang.hampir selalu dianjurkan untuk operasi. Kira-kira dua pertiga  pria dengan  varikokel  yang dioperasi akan mengalami perbaikan dalam motolitas spermatozoa.
Dengan demikian, seorang laki-laki yang mengidap varikokel grade 4 namun sudah dikaruniai anak, tidak akan dipaksa untuk menjalani operasi. Operasi varikokel  dinamakan varikokelektomi, yaitu membuat sayatan kecil pada perut bagian bawah. Selanjutnya pembuluh darah yang melebar tersebut akan ditarik dan dikumpulkan di suatu tempat yang aman kemudian dikunci dengan alat khusus. Diharapkan suhu didaerah testis akan kembali normal dan menghasilkan sperma dalam jumlah dak\n kualitas yang normal pula.

TIPS MENCEGAH VARIKOKEL
Kemampuan untuk menghasilkan anak merupakan salah satu penopang kepercayaan diri seorang laki-laki. Untuk itu, ada beberapa hal yang dapat  dilakukan guna mencegah terjadinya varikokel yang mengganggu kesuburan pria:
-          Hindari berendam di air panas terlalu sering, karena air panas bisa mempengaruhi  suhu di sekitar  testis hingga merangsang terjadinya pelebaran pambuluh darah.
-          Perbanyak menkomsumsi makanan yang mengandung anti oksidan terutama sayur san buah yang kaya vitamin A,C,E dan zinc
-          Sedapat mungkin menghindari paparan zat kimia, listrik dan radiasi terus menerus.
-          Hindari celana jeans atau celama ketat.



Sumber: Majalah alwaadah, Edisi tahun ke-1 –January 2008

Senin, 02 Mei 2011

Rahim Menekuk Ke Belakang (Retrofleksi)

Rahim retrofleksi adalah letak rahim yang cenderung menekuk ke belakang, ke arah saluran pelepasan. Diperkirakan ada sekitar 30% wanita memiliki rahim retrofleksi. Mayoritas wanita memiliki rahim yang letaknya cenderung ke depan dan condong ke arah perut, yang dinamakan posisi rahim antefleksi.

Penyebabnya:
  • Bawaan sejak lahir, mayoritas kasus rahim retrofleksi merupakan kondisi yang sudah dibawa sejak lahir. Beberapa ahli menyatakan bahwa hal ini kemungkinan ada hubungannya dengan faktor genetik atau keturunan.
  • Pemijatan, apabila tidak dilakukan secara berhati-hati, pemijatan di sekitar daerah perut dapat berisiko mengubah posisi rahim.
  • Kehamilan. Semasa hamil, otot-otot di sekitar rahim mengendur mengikuti ukuran rahim yang kian membesar. Mengendurnya rahim ini mampu membuat posisi rahim berubah.
  • Gangguan kesehatan. Penyakit radang panggul dan endometriosis bisa menyebabkan posisi rahim retrofkelsi. Penyebabnya, bekas luka atau parut yang terjadi akibat penyakit ini mengakibatkan perlekatan dan menarik rahim ke arah belakang sehingga mengubah posisinya.
Gejalanya. Umumnya tidak timbul gejala apa pun. Kalaupun ada, gejala yang muncul biasanya berhubungan dengan gangguan kesehatan yang dialami oleh yang bersangkutan. Gejala tersebut antara lain adalah:
  • Rasa sakit pada saat berhubungan seks (dyspareunia).
  • Sakit selama periode menstruasi (dysmenorrhea),
  • Nyeri pinggang bagian bawah dan sering terkena infeksi saluran kecing, sulit menahan keinginan untuk berkemih.
  • Rasa sakit pada saat memakai pembalut jenis tampon.
  • Keluhan kesuburan.
Mendeteksinya. Karena posisinya jauh di dalam tubuh, kelainan pada rahim tidak dapat langsung diketahui tanpa dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Deteksi dini dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik ginekolog, seperti inspekulo atau perabaan. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah dengan teknik USG, baik secara abdominal maupun transvaginal, serta pemeriksaan histerosalpingo, memasukkan cairan khusus ke dalam uterus dan saluran-salurannya. Cairan ini memunculkan warna yang akan tampak pada hasil rontgen.

Berpengaruh pada kesuburan? Secara medis, sebenarnya belum ada bukti bahwa kondisi rahim retrofleksi mampu mempengaruhi kesuburan seseorang. Namun, kondisi rahim yang mengarah ke belakang ini kemungkinan bisa menghambat proses pembuahan. Karena, pada rahim yang letaknya menekuk ke belakang, posisi mulut rahim tidak pada menghadap arah kedatangan sperma. Akibatnya, sperma mesti “berjuang” lebih keras untuk memasuki rahim. Meski demikian, bukan berarti pembuahan tidak mungkin terjadi. Apabila kualitas sperma baik dan mampu bergerak lincah pada akhirnya sel telur akan sukses dibuahi.





sumber : ayahbunda.com




http://download.imaging.consult.com/ic/images/S1933033208701101/gr6a-midi.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDZ5D4rJzUrTc_c_XOT9WwdrmU_a8nXU3JbdHrpY6ud1JS8SmgtRr6KZwLNtiL2yRTCQI3OZn-SK9aK2hpw5KU7Ec5bZG77CwRGLpc0zGUr95mq1bRq_jPNsFTCpWcR-m-qMU0CepxpRYA/s1600/images-image_popup-ans7_tipped_uterus.jpg

Selasa, 26 April 2011

Mens, Tapi Kok Hamil?

Ada sebagian wanita yang tidak menyangka dirinya tengah hamil, karena setiap bulan masih mens. Ada yang masih mens setelah kehamilan berjalan tiga bulan, ada pula yang masih mengeluarkan darah hingga bulan kesembilan. Mereka baru tahu bahwa dirinya hamil karena mengalami gejala-gejala kehamilan. Mengapa hal seperti ini bisa terjadi?

Perlu Anda ketahui bahwa karena hormon-hormon kehamilan mencegah ovulasi, perdarahan yang terjadi sebenarnya bukan merupakan periode menstruasi. Kehamilan dan menstruasi tak mungkin terjadi pada waktu bersamaan. Jika Anda hamil dan merasakan tanda-tanda akan menstruasi, artinya Anda mengalami keguguran. Apabila Anda mengalami perdarahan saat hamil, kemungkinan yang terjadi adalah vaginal bleeding, atau perdarahan kehamilan awal. Perdarahan ini biasanya akibat perubahan-perubahan hormon, dan volume darah yang keluar juga tidak seperti saat menstruasi bulanan. Volume darah saat pregnancy bleeding ini dapat bervariasi, bisa hanya berupa bercak-bercak, bisa pula deras seperti saat siklus mens.

Implantation bleeding
Penyebab lain perdarahan saat kehamilan ini adalah apa yang disebut sebagai implantation bleeding. Menurut Dr Marjorie Greenfield, profesor kebidanan dan kandungan di Case School of Medicine dan University Hospitals of Cleveland, perdarahan ini terjadi ketika embryo menempel di dinding uterus. Hal ini umumnya akan terjadi lima hari setelah pembuahan, dan sering dikira menstruasi dini, khususnya jika kita tidak terbiasa mengamati siklus menstruasi.

Implantation bleeding adalah hal yang normal, dan bukan merupakan pertanda problem kehamilan. Masalah sebenarnya adalah karena Anda bisa salah menghitung waktu kelahiran Anda, karena menghitung perdarahan tersebut sebagai perdarahan siklus menstruasi. Kesulitan menentukan kapan bayi lahir tersebut dikarenakan Anda tidak yakin kapan sebenarnya siklus menstruasi yang terakhir.

Sejumlah masalah waktu bisa membantu memberikan perkiraan kapan pembuahan terjadi: apakah ketika Anda melakukan intercourse tanpa menggunakan kontrasepsi, ketika tes kehamilan menunjukkan tanda positif (khususnya jika ada hasil negatif dari pemeriksaan sebelumnya), dan ketika Anda pertama kali mengamati gejala-gejala kehamilan (seperti payudara yang terasa membengkak dan sakit, atau mual-mual). Jika sudah begini, Anda membutuhkan pemeriksaan USG untuk memastikan waktu kelahirannya.



sumber : http://my.opera.com/yumechan/blog/show.dml/4397399






Jumat, 15 April 2011

10 Fakta Mengenai Infertilitas

Anda mungkin telah mencoba sekian lama untuk hamil tetapi belum juga mendapatkan keberuntungan. Agar dapat hamil, ada dua kondisi yang harus dipenuhi, yaitu pasangan harus memiliki kesuburan dan waktu berhubungan badan harus tepat. Bila Anda tidak kunjung hamil, Anda dan pasangan mungkin memiliki masalah kesuburan atau tidak berhubungan seks pada saat yang tepat. Memahami beberapa fakta dasar mengenai fertilitas berikut dapat membantu Anda mengetahui letak masalahnya.

1. Bila pasangan sulit memiliki anak, kesalahan pasti ada pada pihak wanita.

Louise Carbasse ca. 1913 / photographed by Rudolph Buchnerphoto © 1913 State Library of New South Wales | more info (via: Wylio)Salah. Baik pihak laki-laki maupun perempuan bisa memiliki andil terhadap kesulitan memiliki anak. Tiga penyebab utama infertilitas adalah masalah sperma, masalah ovulasi, dan masalah tuba falopi. Sekitar 20% dari semua kasus infertilitas disebabkan oleh pihak laki-laki saja, 40% oleh pihak perempuan saja, dan 10% disebabkan oleh keduanya. Sisanya tidak dapat ditemukan masalahnya.
2. Sperma bisa bertahan hidup sampai beberapa hari.

Benar. Sperma bisa bertahan sampai 5 hari di dalam lingkungan yang tepat, seperti di dalam leher rahim, rahim dan tuba falopi. Itulah mengapa Anda masih bisa hamil meskipun baru berovulasi pada hari ke-5 setelah hubungan seks.

Namun, kebanyakan sperma akan mati dalam 1-2 hari setelah ejakulasi, bahkan di dalam rahim. Dalam lingkungan lain, seperti di vagina, sperma hanya bertahan hidup beberapa jam. Di luar tubuh manusia dan terpapar udara terbuka, sperma akan mati dalam hitungan menit.
3. Orgasme meningkatkan peluang kehamilan.

Salah. Seorang wanita tidak harus mendapatkan orgasme untuk hamil. Bahkan seorang pria pun tidak harus mendapatkan orgasme penuh untuk menghamili istrinya. Dia bisa mengeluarkan cairan sperma ke dalam vagina bahkan sebelum mengalami orgasme (sperma pra-ejakulasi). Ada pendapat yang mengatakan kehamilan akan lebih mudah dicapai jika wanita mendapatkan orgasme, tapi pendapat itu tidak pernah dapat dibuktikan secara meyakinkan.
4. Kesehatan yang prima dapat mencegah penurunan kesuburan karena faktor usia.

Salah. Salah satu mitos yang paling umum adalah bahwa kesehatan yang baik mempertahankan tingkat kesuburan seseorang. Mereka mengira bahwa asalkan mereka merawat diri dengan makan dan berolahraga secara benar, kesuburan mereka tidak akan menurun.

Namun hal itu tidak benar. Kesuburan menurun dengan meningkatnya usia, terlepas dari kondisi kesehatan kita. Pada sebagian besar wanita, kesuburan mulai menurun di pertengahan usia dua puluhan. Seperti terlihat pada grafik di samping, wanita berada pada puncak kesuburan di usia 20 s.d. 24 tahun. Setelah usia tersebut kemungkinan hamil menurun tajam sedangkan kemungkinan infertilitas meningkat tajam. Pria dapat tetap subur untuk waktu yang lebih lama namun kesuburan pria tetap menurun sejalan dengan usia, meskipun kurang dramatis. (Sumber: Management of the Infertile Woman, Helen A. Carcio)

5. Infertilitas tidak dapat diobati atau terlalu mahal untuk diobati.

Salah. Banyak pasangan keliru menilai bahwa mereka tidak subur tanpa pernah berkonsultasi dengan dokter. Mereka berasumsi bahwa tidak ada yang bisa dilakukan atau jika mereka menemui dokter maka biaya pengobatannya akan sangat mahal. Kesalahpahaman ini membuat banyak pasangan tidak mencari nasihat medis terhadap masalah yang mungkin sebenarnya dapat diterapi dengan mudah dan murah. Pada 85-95 % kasus, infertilitas dapat diterapi secara konvensional seperti obat-obatan dan bedah koreksi atas organ reproduksi.

Jika Anda belum hamil setelah satu tahun mencoba untuk hamil, Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau memiliki grafik suhu basal tubuh tanpa ovulasi, Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Beberapa jenis terapi kesuburan memang mahal, tetapi banyak yang tidak.
6. Peluang kehamilan Anda sangat kecil jika Anda hanya berhubungan seks setelah ovulasi.

Benar. Untuk meningkatkan peluang kehamilan Anda, Anda harus berhubungan seks secara teratur terutama pada hari-hari subur Anda. Untuk itu, Anda perlu mengetahui cara menghitung hari subur Anda. Anda perlu melakukan hubungan seks secara teratur dua hari sekali di masa subur Anda. Anda boleh saja berhubungan seks setiap hari di masa tersebut, tetapi hal itu tidak meningkatkan peluang kehamilan Anda.
7. Waktu terbaik untuk melakukan hubungan seks adalah pada hari ke-14 dari siklus Anda.

Salah. Waktu terbaik agar cepat menjadi hamil adalah berhubungan seks secara teratur dalam 4-5 hari sebelum dan pada hari ovulasi. Tidak ada hari atau waktu terbaik tunggal untuk berhubungan seks agar Anda dapat hamil.
8. Posisi seks tertentu memberikan peluang yang lebih tinggi untuk hamil.

Benar. Posisi misionaris adalah salah satu posisi seks yang terbaik untuk mendapatkan kehamilan. Posisi misionaris adalah yang paling optimal untuk pembuahan, meskipun Anda bisa mendapatkan kehamilan dengan posisi seks apa pun.

Dalam posisi misionaris tradisional, Anda berbaring di punggung dengan melebarkan kaki dan kedua lutut tertekuk. Suami berada di atas menghadap ke arah Anda. Variasi lain dari posisi ini antara lain adalah Anda mengangkat salah satu atau kedua kaki, dan suami memegangnya atau menempatkan di pundaknya. Posisi misionaris mendukung untuk kehamilan karena vagina miring ke bawah menuju leher rahim, sehingga memudahkan sperma untuk melewati leher rahim dan masuk ke dalam rahim. Selain itu, posisi misionaris memungkinkan penis untuk menembus vagina lebih dalam, sehingga sperma bisa masuk ke leher rahim lebih langsung tepat setelah ejakulasi.

Selain posisi misionaris, posisi masuk dari belakang di mana Anda berlutut atau tengkurap juga memungkinkan sperma terpancar dekat dengan leher rahim.

9. Stres dapat menyebabkan infertilitas.

Benar. Stres berat dapat menunda ovulasi dengan menekan hormon. Jika stres Anda memengaruhi kualitas pekerjaan atau kehidupan Anda, kesuburan Anda mungkin juga terpengaruh. Namun, bila stres Anda masih ringan kesuburan Anda biasanya tidak terpengaruh. Kecuali, tentu saja, bila hal itu membuat Anda jadi enggan berhubungan seks.
10. Gaya hidup tertentu dapat menurunkan kesuburan pria.

Benar. Kebanyakan masalah infertilitas pria adalah karena kualitas atau kuantitas sperma yang buruk. Untuk memproduksi sperma yang baik, testis (buah zakar/biji pelir) harus berada pada suhu optimal yang sedikit lebih rendah daripada suhu tubuh. Itulah mengapa testis menggantung jauh dari tubuh di dalam skrotum (kantung zakar). Pria dengan jumlah sperma rendah disarankan untuk meminimalkan gaya hidup yang dapat membuat testis kepanasan, seperti memakai celana ketat, terlalu lama menempatkan laptop di pangkuan, atau sering menggunakan spa/mandi uap. Merokok dan menggunakan obat-obat psikotropika (seperti: ganja, kokain) juga dapat mengurangi jumlah sperma atau menyebabkan morfologi sperma abnormal.

Kamis, 14 April 2011

Polimenore Sebabkan Anemia dan Ketidaksuburan

Jika siklus menstruasi Anda kurang dari 22 hari, Anda terkena polimenore (polymenorrhea). Jika hal ini terjadi pada Anda, sebaiknya berhati-hati karena bisa menimbulkan anemia. Anda juga menjadi tidak subur dan sulit memperoleh keturunan.

Pendarahan pada uterus sering terjadi pada saat endometrium membesar karena terstimulasi oleh hormon estrogen. Saat stimulasi dari estrogen ini berlanjut, endometrium terus tumbuh hingga akhirnya menimbulkan pendarahan. Hal inilah yang menimbulkan siklus menstruasi yang tidak teratur.

Jika pendarahan jumlahnya berlebihan dan sering, penderita bisa terkena anemia (kekurangan darah). Polimenore (polymenorrhea) ini bukan hanya bisa terjadi pada wanita dewasa. Remaja putri pun bisa terkena polimenore.

Polimenore akan menurunkan kesuburan Anda untuk memperoleh keturunan karena Anda tidak terjadi ovulasi. Jika pun terjadi ovulasi, akan berlangsung terlalu pendek dalam siklus menstruasi. Jika hal ini terjadi pada Anda dan Anda , sebaiknya konsultasikan ke dokter. Agar kesempatan Anda dan pasangan untuk segera memperoleh keturunan semakin besar.



sumber : ayahbunda

Agar Calon Ayah Subur di Masa Pra Konsepsi

Bagi calon ayah yang sudah ngebet kepingin menimang bayi, ada zat gizi yang sebaiknya rajin dikonsomsi agar proses pembentukan sperma berlangsung mulus. Makanan apa saja? Simak daftarnya berikut.

Protein. Protein tak bisa dilupakan sebagai zat pembangun sperma. Kekurangan protein yang berat akan memperlamban perkembangan hormon endokrin. Sehingga kemampuan untuk mengikat hormon androgen. Padahal hormon ini sangat dibutuhkan ntk merangsang pembentukan sperma. Pria dewasa butuh sekitar 55 gram protein per hari. Makanan yang kaya protein bisa diperoleh dari telur, daging, tempe dan tahu.

Vitamin A dan E. Kekurangan vitamin A dan E pada calon ayah akan berakibat turunnya kadar hormon LH (Luteneizing hormone) dan FSH (Follicle Stimulating Hormone). Hormon ini dibutuhkan dalam pembentukan sperma. Kebutuhan vitamin A untuk calon ayah adalah 5.000 IU per hari. Vitamin A bisa diperoleh dari hati, sayuran atau buah-buahan berwarna merah. Sementara, vitamin E banyak terdapat pada kecambah (tauge) dengan kebutuhan sekitar 12 IU per hari.

Zat seng (Zn). Bagi calon ayah, kekurangan zat seng akan menjadi biang terganggunya pembentukan sperma. Untuk kekurangan zat seng yang berat, bisa berakibat gagalnya pembuahan. Kebutuhan zat ini bagi calon ayah sekitar 11 mg per hari. Zat seng banyak ditemui pada kerang, daging, telur, biji-bijian serta kacang-kacangan. Yang perlu diingat, karena zat seng tidak larut di dalam air (hanya larut dalam larutan alkali/basa dan asam), tidak dianjurkan mengonsumsi suplemen yang terlalu banyak mengandung zat seng.

Zat besi. Kekurangan zat besi pada calon ayah maupun calon bunda bisa menyebabkan anemia. Dengan menunjukkan gejala lelah, sulit konsentrasi dan gampang infeksi. Pada calon ayah, anemia bisa menyebabkan terganggunya kebugaran. Kebutuhan zat besi pada calon ayah sekitar 13 mg per hari. Sumbernya bisa diperoleh dari hati, daging berwarna merah, kuning telur, sayuran hijau, kacang merah, jeruk serta serelia yang sudah diperkaya, termasuk roti.

Zat fosfor. Kecukupan zat fosfor harus diperhatikan calon ayah agar kualitas sperma tetap terjaga agar pembuahan berlangsung baik pula. Kebutuhan fosfor calon ayah per hari sekitar 400-500 mg per hari. Zat gizi ini bisa ditemui pada makanan berkalsium tinggi seperti susu dan ikan teri.  


sumber: www.ayahbunda.com