Rabu, 25 Mei 2011

Kadar Hormon Wanita dan Inteprestasinya

Kadar hormon diperiksa untuk menentukan apa yang terjadi di dalam tubuh wanita. Kadar hormon dapat menunjukkan jika seorang wanita subur, akan menopause dini atau dalam masa perimenopause. Karena kadar hormon mempunyai kecenderungan untuk berfluktuasi, maka pemeriksaan harus dilakukan pada saat yang tepat.

Hormon2 yang diperiksa untuk tujuan diatas antara lain : Follicle Stimulating Hormone (FSH), Estradiol (E2), Luteinizing Hormone (LH), Prolactin, Progesterone (P4) dan Thyroid Stimulating Hormone (TSH)dan lain-lain.

FSH
Nilai normalnya: 3-20 mIU/ml.
FSH sering digunakan sebagai alat ukur cadangan ovarium. Secara umum, hasil di bawah 6 adalah sangat baik, 6-9 adalah baik, 9-10 rata2, 10-13 kurang cadangan, 13 lebih sangat sulit untuk dirangsang (ovulasi). Dalam pengujian PCOS (SOPK), perbandingan LH dan FSH (LH-FSH rasio) dapat digunakan untuk diagnosis. Rasio normal biasanya lebih kurang 1:1, tapi kalau LH lebih tinggi, ini adalah salah satu indikasi kemungkinan PCOS.

LH
Nilai normalnya: < 7 mIU/ml
Kadar LH normal lebih kurang sama dengan FSH. Jika kadarnya LH lebih tinggi dari FSH merupakan salah satu indikasi adanya PCOS.

Estradiol (E2)
Nilai normalnya: 25-75 pg/ml
Kadar batas terendah cenderung lebih baik untuk dilakukan rangsangsan ovulasi. Normal tinggi di hari 3 mungkin menunjukkan adanya kista fungsional atau berkurangnya cadangan ovarium (folikel).

Prolaktin
Nilai normalnya: < 24 ng/ml
Peningkatan kadar prolaktin dapat mengganggu ovulasi. Juga dibutuhkan pemeriksaan lanjutan dengan MRI untuk memeriksa kemungkinan adanya tumor hipofise. Beberapa wanita dengan PCOS/SOPK juga mengalami peningkatan kadar hormon prolaktin (hyper-prolaktinemia).

Progesterone (P4)
Nilai normalnya: < 1.5 ng/ml
Sering disebut kadar fase folikuler. Kadar hormon yang tinggi mungkin akan menurunkan angka lemungkinan untuk hamilan. Sedangkan jika kadarnya rendah makabisa mengkonsumsi suplemen alami seperti FertilAid (bukan pesan sponsor ...)

Thyroid Stimulating Hormone (TSH)

Nilai normalnya:0,4-4 uIU/ml
Nilai tengah normal di sebagian besar laboratorium adalah sekitar 1,7uIU/ml. Kadar yang tinggi dikombinasikan dengan TSH yang rendah atau tingkat T4 normal secara umum menunjukkan suatu keadaan hipotiroidisme, yang dapat berpengaruh pada kesuburan.


Sumber: Cem-Macem; http://www.drdidispog.com/2010/02/kadar-hormon-wanita-dan-inteprestasinya.html

Selasa, 03 Mei 2011

VARIKOKEL - Varises buah pelir

Varises ini bisa terjadi disembarang tempat dan bisa terjadi pada pria maupun wanita. Misalya bisa timbul di betis, dubur, kerongkongan dan daerah kemaluan. Tergantuing lokasinya, varises mempunyai istilah sendiri-sendiri.
Varikokel adalah varises yang terjadi didaerah sekitar buah pelir. Biasanya ia ditemukan secara tidak sengaja. Varikokel akan mengganggu fungsi testis (buah pelir) sebagai prabrik sperma, baik dari segi jumlah, maupun dari segi kualitas produksinya, sehingga varikokel sering diikuti gangguan fertilitas (kesuburan).
Menurut seorang ahli, motilitas spermatozoa yang kurang itu dapat ditemukan pada 90% pria dengan varikokel, walaupun hormone kelaminnya normal.

                             gambar 1 : Varikokel pada buah zakar

FAKTOR PENYEBAB
-          Faktor genetic (keturunan)
Varikokel-atau jenis varises yang lain-yang terdapat pada orang tua cendrung menurun kepada anak, karena sejak lahir anak-anak ini mewarisi pembukuh darah yang mudah melebar.
Ada contoh menarik: yaitu orang tua dengan hemoroid (istilah varises di daerah dubur, ambient/wasir), ternyata anaknya menderita varises hebat dibetis dan organ reproduksinya. Jadi tidak harus sama-sama varikokel.
-          Makanan
Beberapa makanan yang dioksidasitinggi dapat merusak pembuluh darah. Contohnya makanan yang diolah dengan cara dibakar.
-          Suhu
Idealnya, suhu testis adalah 1-2 derajat dibawah suhu tubuh. Suhu yang tinggi disaerah testis dapat memicu pelebaran pembuluh darah balik didaerah tersebut. Awalnya, suhu tinggi ini akan menurunkan kualitas sperma, dan pada tingkat lebih lanjut akan mengganggu fungsi testis dalam menghasilkan sperma.
Kelompok yang berisiko tinggi terkena varikokel adalah pekerja dipertambangan. Juru masak professional, dan mereka yang bekerja didaerah yang memiliki tingkat radiasi tinggi. Hal ini dikarenakan organ reproduksinya cendrung berada pada kondisi dengan suhu diatas rata-rata dalam waktu yang lama.
-          Tekanan tinggi di sekitar perut
Tekanan yang tinggi disekitar perut akan menghambat aliran darah balik, terutama daerah perut sehingga menyebabkan pembuluh darah disekitar testis melebar. Contohnya pada buruh kasar, penyanyi/qori yang teknik pernafasannya tisak benar dan juga orang duduk terlalu lama.
Namun kecendrungan ini tidak bisa disamaratakan pada semua pria. Sebagai contoh seorang kuli  pasarbisa bebas dari varikokelbahkan mempunyai anak lima, sedangkan pria yang selalu menjaga kesehatannya, justru mengidab varikokel grade 4.

                                  gambar 2 : USG Testis untuk mengetahui kelainan pada Buah Zakar

KLASIFIKASI VARIKOKEL
Berdasarkan berat dan ringannya, varikokel dibedakan beberapa tingkatan, yaitu:
Varikokel grade 1
Pada tahap ini  umumnya tidak ada gejala atau tanda yang bisa terlihat dengan jelas, kecuali  melalui pemeriksaan dokter. Biasanya tidak ada keluhan yang berkaitan dengan kesuburan.
Varikokel grade2
Secara umum varikokel grade 2 belum bisa terlihat tanpa pemeriksaan dokter.tebalnya scrotum (kantong testis) juga kerap menjadi factor penghambat. Bila diraba dengan cermat sebenarnya akan teraba vena yang menonjol dan berkelok-kelok. Beberapa orang mengira sebagai urat yang lazim terdapat pada testis. Pada tahap ini bisa terjadi gangguan fertilitas pada sebagian orang.
Varikokel grade3 dan 4
Bisa terlihat dengan mudah saat pria penderita berdiri. Pada kantong buah pelirnya terlihat ada sesuatu yang bengkak yang bila diraba akan tersa seperti ada gulungan urat yang tidak teratur. Keluhan yang biasanya terjadi yaitu rasa pegal, sakit/nyeri disekitar organ reproduksinya.

INDIKASI OPERASI
Varikokel pada dasarnya tidak mengganggu  kemampuan seksual seorang pria. Jadi, meskipun seseorang sudah divonis menderita varikokel grade 4, tetap bisa menjalankan fungsinya sebagai seorang laki-laki dengan baik. Hanya saja kualitas sperma yang dihasilkan  menjadi kurang baik.
Oleh karena itu besar kecilnya varikokel semata bukan indikasi operasi. Adanya varikokel  yang disertai motilitas spermatozoa yang kurang.hampir selalu dianjurkan untuk operasi. Kira-kira dua pertiga  pria dengan  varikokel  yang dioperasi akan mengalami perbaikan dalam motolitas spermatozoa.
Dengan demikian, seorang laki-laki yang mengidap varikokel grade 4 namun sudah dikaruniai anak, tidak akan dipaksa untuk menjalani operasi. Operasi varikokel  dinamakan varikokelektomi, yaitu membuat sayatan kecil pada perut bagian bawah. Selanjutnya pembuluh darah yang melebar tersebut akan ditarik dan dikumpulkan di suatu tempat yang aman kemudian dikunci dengan alat khusus. Diharapkan suhu didaerah testis akan kembali normal dan menghasilkan sperma dalam jumlah dak\n kualitas yang normal pula.

TIPS MENCEGAH VARIKOKEL
Kemampuan untuk menghasilkan anak merupakan salah satu penopang kepercayaan diri seorang laki-laki. Untuk itu, ada beberapa hal yang dapat  dilakukan guna mencegah terjadinya varikokel yang mengganggu kesuburan pria:
-          Hindari berendam di air panas terlalu sering, karena air panas bisa mempengaruhi  suhu di sekitar  testis hingga merangsang terjadinya pelebaran pambuluh darah.
-          Perbanyak menkomsumsi makanan yang mengandung anti oksidan terutama sayur san buah yang kaya vitamin A,C,E dan zinc
-          Sedapat mungkin menghindari paparan zat kimia, listrik dan radiasi terus menerus.
-          Hindari celana jeans atau celama ketat.



Sumber: Majalah alwaadah, Edisi tahun ke-1 –January 2008

Senin, 02 Mei 2011

Rahim Menekuk Ke Belakang (Retrofleksi)

Rahim retrofleksi adalah letak rahim yang cenderung menekuk ke belakang, ke arah saluran pelepasan. Diperkirakan ada sekitar 30% wanita memiliki rahim retrofleksi. Mayoritas wanita memiliki rahim yang letaknya cenderung ke depan dan condong ke arah perut, yang dinamakan posisi rahim antefleksi.

Penyebabnya:
  • Bawaan sejak lahir, mayoritas kasus rahim retrofleksi merupakan kondisi yang sudah dibawa sejak lahir. Beberapa ahli menyatakan bahwa hal ini kemungkinan ada hubungannya dengan faktor genetik atau keturunan.
  • Pemijatan, apabila tidak dilakukan secara berhati-hati, pemijatan di sekitar daerah perut dapat berisiko mengubah posisi rahim.
  • Kehamilan. Semasa hamil, otot-otot di sekitar rahim mengendur mengikuti ukuran rahim yang kian membesar. Mengendurnya rahim ini mampu membuat posisi rahim berubah.
  • Gangguan kesehatan. Penyakit radang panggul dan endometriosis bisa menyebabkan posisi rahim retrofkelsi. Penyebabnya, bekas luka atau parut yang terjadi akibat penyakit ini mengakibatkan perlekatan dan menarik rahim ke arah belakang sehingga mengubah posisinya.
Gejalanya. Umumnya tidak timbul gejala apa pun. Kalaupun ada, gejala yang muncul biasanya berhubungan dengan gangguan kesehatan yang dialami oleh yang bersangkutan. Gejala tersebut antara lain adalah:
  • Rasa sakit pada saat berhubungan seks (dyspareunia).
  • Sakit selama periode menstruasi (dysmenorrhea),
  • Nyeri pinggang bagian bawah dan sering terkena infeksi saluran kecing, sulit menahan keinginan untuk berkemih.
  • Rasa sakit pada saat memakai pembalut jenis tampon.
  • Keluhan kesuburan.
Mendeteksinya. Karena posisinya jauh di dalam tubuh, kelainan pada rahim tidak dapat langsung diketahui tanpa dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Deteksi dini dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik ginekolog, seperti inspekulo atau perabaan. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah dengan teknik USG, baik secara abdominal maupun transvaginal, serta pemeriksaan histerosalpingo, memasukkan cairan khusus ke dalam uterus dan saluran-salurannya. Cairan ini memunculkan warna yang akan tampak pada hasil rontgen.

Berpengaruh pada kesuburan? Secara medis, sebenarnya belum ada bukti bahwa kondisi rahim retrofleksi mampu mempengaruhi kesuburan seseorang. Namun, kondisi rahim yang mengarah ke belakang ini kemungkinan bisa menghambat proses pembuahan. Karena, pada rahim yang letaknya menekuk ke belakang, posisi mulut rahim tidak pada menghadap arah kedatangan sperma. Akibatnya, sperma mesti “berjuang” lebih keras untuk memasuki rahim. Meski demikian, bukan berarti pembuahan tidak mungkin terjadi. Apabila kualitas sperma baik dan mampu bergerak lincah pada akhirnya sel telur akan sukses dibuahi.





sumber : ayahbunda.com




http://download.imaging.consult.com/ic/images/S1933033208701101/gr6a-midi.jpg

http://2.bp.blogspot.com/_CrFXi4qPHoI/TCrYaMm5rQI/AAAAAAAADPg/bb52bHfNmp4/s1600/images-image_popup-ans7_tipped_uterus.jpg